Skip to main content

NTT News

News & Blog

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama KPPN Kupang turut berpartisipasi dalam kegiatan NTT Berwarna yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan lintas instansi sekaligus sarana untuk menumbuhkan semangat kolaborasi dan kecintaan terhadap daerah Nusa Tenggara Timur.

Pada kegiatan tersebut, seluruh peserta dari DJPb NTT dan KPPN Kupang mengenakan busana tenun khas Kota Kupang sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal serta penguatan identitas daerah. Kehadiran dengan balutan tenun daerah mencerminkan komitmen dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya NTT di ruang publik. 

baca selengkapnya : /hut-ntt


Kupang, Minggu, 17 Agustus 2025, upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan El Tari, Kantor Gubenur Provinsi Nusa Tenggara Timur berlangsung meriah, khidmat, dan sarat nilai budaya. Seluruh rangkaian upacara semakin istimewa karena seluruh peserta upacara mengenakan kain tenun khas NTT, sebuah warisan budaya yang merepresentasikan identitas daerah dan kekayaan tradisi yang terus dijaga hingga kini.

Dalam suasana penuh semangat kebangsaan tersebut, Bapak Adi Setiawan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT beserta Ibu turut hadir mengenakan busana tenun khas NTT, tenun Rote dengan Topi Ti’ilangga yang berdampingan dengan para tokoh daerah. Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil DJPb NTT berkesempatan berfoto bersama Gubernur NTT, Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Ibu Gubernur, yang juga tampil anggun dalam balutan kain tenun khas Ende (Flores).

Penggunaan tenun oleh seluruh peserta upacara memberikan warna tersendiri pada perayaan HUT RI tahun ini. Setiap motif dan corak tenun membawa cerita tentang nilai kebersamaan, ketekunan, serta filosofi kehidupan masyarakat NTT nilai-nilai yang selaras dengan semangat kemerdekaan dan persatuan bangsa.

Peringatan HUT RI ke-80 di Provinsi NTT tidak hanya menjadi momen refleksi sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat pelestarian budaya lokal. Kain tenun yang dikenakan secara serentak oleh seluruh peserta menjadi simbol kebanggaan serta komitmen bersama untuk terus merawat warisan budaya bagi generasi mendatang.

#AyoBangunNTT


Kupang, 5 November 2025. Potensi wastra tenun dan turunannya khas Nusa Tenggara Timur, memiliki peluang besar untuk bersaing di kancah internasional. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja Bapak Adi Setiawan, Kakanwil DJPb Provinsi NTT ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT pada Rabu, 5 November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Bapak Adi Setiawan mengapresiasi tingginya kualitas produk dan filosofi motif tenun yang dihasilkan oleh para pengrajin lokal yang dipasarkan melalui galeri Dekranasda. Beragam motif dan corak tenun yang tersebar di wilayah NTT dipasarkan dengan harga terjangkau dan keindahannya mampu menarik minat membeli para pengunjung.

"Tenun kita bukan sekadar kain, tapi ada cerita dan budaya di setiap helai benangnya. Potensi ini sangat besar jika dikelola dengan manajemen modern dan dukungan pemasaran digital," ujar Bapak Adi Setiawan.

Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mengambil peran strategis dalam membina UMKM. Bentuk dukungan nyata yang telah dilakukan meliputi berbagai kegiatan pelatihan, pemasaran dan fasilitasi lainnya melalui kepesertaan dalam berbagai pameran nasional. Namun, tantangan agar UMKM 'naik kelas' masih ada. Oleh karena itu, dalam kunjungan ini turut dibahas upaya konkret yang dilakukan melalui kolaborasi untuk pengembangan UMKM ke depan, antara lain:

Digitalisasi Pemasaran: Mendorong pengrajin masuk ke marketplace dan memanfaatkan media sosial. Kanwil DJPb NTT telah menyediakan website “Lopotenun.com” dan “Lopotenun.id” untuk memperkenalkan tenun dan mendukung promosi/pemasaran produk tenun UMKM di NTT. Website ini tidak berbayar dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan UMKM dan pasar.

Regenerasi Pengrajin: Mengajak generasi muda untuk tidak malu menjadi penerus budaya tenun. Dekranasda telah memfasilitasi dengan menyediakan galeri tenun seluruh daerah di NTT yang terletak di lantai II. Pengunjung dapat berswafoto dengan tenun khas NTT dan melihat proses pembuatan kain tenun. Demikian pula dukungan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) melalui Kampung UMi Klaster Tenun yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Kolaborasi Kegiatan: Melakukan kolaborasi dan inovasi dalam rangka pemberdayaan UMKM tenun dengan melibatkan peran seluruh pemangku kepentingan dan dukungan program yang berdampak panjang seperti festival dan fashion show tenun dan pengembangan kapasitas usaha.

"Sinergi antara pemerintah, Dekranasda, dan pelaku UMKM adalah kunci. Kita ingin tenun NTT tidak luntur atau di akui negara lain. Dukungan hilirisasi produk tenun menjadi beragam produk buah tangan, fashion kekinian dan beragam apparel akan mengangkat tenun ke dunia internasional dengan menjadi komoditas unggulan ekspor," tutup Bapak Adi Setiawan.


/wajah-baru-umkm-nusa-tenggara-timur-di-etalase-ntt-martKUPANG, 13 November 2025 – Keberadaan NTT Mart dinilai menjadi langkah strategis Pemerintah Daerah dalam memutus rantai kendala pemasaran yang selama ini dialami oleh pelaku usaha kecil (UMKM) dan melatih mereka masuk ke toko ritel modern. Hal ini ditegaskan oleh Bapak Adi Setiawan, Kakanwil DJPb NTT saat melakukan kunjungan ke pusat oleh-oleh dan etalase produk unggulan di NTT Mart, pada Kamis, 13 November 2025.

Dalam kunjungan ini, Bapak Adi Setiawan menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi yang diwujudkan melalui NTT Mart. NTT Mart tidak hanya sekadar toko, melainkan simbol bahwa produk lokal NTT, mulai dari berbagai olahan pangan, kopi, tenun hingga kerajinan tangan, mampu menjadi produk unggulan dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Kuncinya adalah transformasi. Di NTT Mart, kita melihat produk UMKM sudah dikemas dengan standar modern, memiliki izin edar lengkap, dan siap bersaing. Ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah dan pihak terkait agar UMKM kita semakin mandiri dan tidak bergantung pada produk luar (impor)," ujar Bapak Adi Setiawan.

Agenda kunjungan juga membahas upaya perluasan akses pemasaran modern. Pemerintah Daerah telah menginisiasi terobosan kreatif, guna mendukung UMKM naik kelas. NTT Mart hadir guna menjawab tantangan tersebut terutama tantangan/hambatan klasik UMKM yakni akses pasar.

NTT Mart kini menjadi etalase "Satu Pintu" yang memudahkan wisatawan maupun masyarakat lokal mencintai produk lokalnya dan upaya mengangkat produk unggulan agar semakin dikenal dan menembus pasar nasional dan ekspor. Dari Kopi Flores yang harum, camilan khas yang higienis, dan beragam produk tenun tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Program “Kampung UMi Klaster Tenun NTT” bertujuan untuk memberdayakan perempuan penenun di wilayah perdesaan Nusa Tenggara Timur. Lokasi program berada di 6 (enam) desa yakni Desa Subun, Kec. Insana Barat, Desa Kiusili, Kec. Bikomi Selatan, Desa Nian, Kec. Miomaffo Tengah, Desa Fafinesu A, Kec. Insana, Desa Tapenpah, Kec. Biboki Moenleu, dan Desa Tautpah, Kec. Biboki Selatan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Pada tahun pertama (2024), telah dilaksanakan berbagai kegiatan strategis dengan total penerima manfaat sebanyak 150 orang pengrajin tenun dengan pendampingan intensif oleh 3 (tiga) orang local hero yang berupa pelatihan keterampilan dasar/kualitas produk, rekrutmen dan pendampingan oleh local hero, distribusi alat tenun dan alat penunjang sebanyak 480 unit (150 unit alat tenun, dan 330 alat penunjang), pelatihan pewarna alami, dan aktivasi media sosial. Adapun dampak dari dukungan ini terlihat pada struktur kelompok pengrajin yang lebih baik, peningkatan kapasitas penenun (skill), perbaikan kualitas produk tenun, dan meningkatnya visibilitas produk tenun di pasar lokal. Selain itu, kolaborasi dengan Pemda, seperti Dekranasda dan Disperindag, mulai terjalin guna mendukung pemasaran dan penguatan ekosistem usaha tenun. Secara kumulatif, total dukungan pendanaan oleh PIP sepanjang tahun 2024 telah terealisasi Rp616.190.000.-.

    Dukungan program “Kampung UMi Klaster Tenun NTT” akan berjalan selama 4 tahun, yang dimulai dari tahun 2024 (tahun ke-1) dan akan selesai 2027 (tahun ke-4) dengan program pemberdayaan sebagaimana berikut:


Sumber: Laporan Program Kampung UMi Klaster Tenun NTT

 

2


    Sepanjang Januari s.d Oktober 2025, perkembangan dukungan PIP melalui Ada Impact pada “Kampung UMi Klaster Tenun NTT” yakni sebagai berikut:

A.    Dukungan Pelatihan yang antara lain berupa:

1)    Pelatihan produk turunan selama 2 bulan untuk mengembangkan diversifikasi produk berbasis tenun aksesoris, dan souvenir serta nilai tambah dan daya saing.

2)    Pelatihan inovasi motif selama 2 bulan untuk meningkatkan keberagaman, daya tarik produk, dan menyesuaikan dengan tren pasar.

3)    Pelatihan menjahit selama 2 bulan untuk meningkatkan keterampilan menjahit untuk pembuatan produk tenun menjadi pakaian, aksesoris, atau produk turunannya.

4)    Marketing dan manajemen usaha untuk meningkatkan keterampilan strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pengembangan usaha.

B.    Pendampingan dan Operasional

Kegiatan ini meliputi project manager (pendamping), supervisi oleh Ada Impact, monev dalam rangka penilaian program, social media activation untuk produksi konten (ide konten, copy writing, dan design), promotion dan market acces, exhibition NTT, dan dukungan transportasi dan fee maestro untuk mengajar ekstrakurilkuler tenun di 4 (empat) sekolah serta video profile dan penyusunan final report (2x setahun).

Secara total, dukungan pendanaan untuk kegiatan pelatihan dan pendampingan serta operasional program ini telah mencapai Rp680.804.000.-

C.    Dukungan lainnya berupa bantuan alat penunjang berupa mesin jahit, dan mesin obras senilai Rp±80juta untuk 11 kelompok tenun di 6 desa. Adapun secara simbolis, penyerahan bantuan alat penunjang (stimulan) tersebut telah dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Oktober 2025 di Desa Kiusili, Kec. Bikomi Selatan, Kab. Timor Tengah Utara yang dihadiri oleh Perwakilan PIP, Perwakilan Pemkab TTU, Kakanwil DJPb Provinsi NTT, Perwakilan Dinas Koperasi & UKM Kab. TTU, Dinas Pariwisata & Ekraf Kab. TTU, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. TTU, Dekranasda Kab. TTU, dan aparat desa/kecamatan, serta beberapa pemilik galeri tenun di sekitar Kab. TTU.

    Kolaborasi Program “Kampung UMi Klaster Tenun NTT” tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan, tetapi juga pelestarian budaya lokal dan penguatan posisi perempuan dalam rantai nilai ekonomi kreatif serta pengembangan potensi ekonomi tenun. Peran Kanwil DJPb Provinsi Nusa Tenggara Timur selaku perwakilan Kemenkeu di daerah berperan penting dalam mengawal program dimaksud dan menjembatani kebutuhan para stakeholder terkait agar dampak pelaksanaan peran sebagai RCE dan FA di daerah semakin nyata dan dirasakan masyarakat.


Dalam rangka penguatan peran Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai Regional Chief Economist (RCE) sekaligus Financial Advisory (FA) sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 264 tahun 2023, Kanwil DJPb Provinsi NTT mewujudkan dukungan pengembangan tenun tradisional Nusa Tenggara Timur melalui kegiatan diskusi (FGD) “Pemanfaatan Website untuk Publikasi Potensi Ekonomi Tenun NTT” pada Jum’at, 15 Agustus 2025 di Aula Kanwil DJPb Provinsi NTT. Kegiatan ini dihadiri Perwakilan BI Provinsi NTT, Kanwil Kementerian Hukum Provinsi NTT, KPKNL Kupang, Diskominfo Provinsi NTT, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Dekranasda Provinsi NTT, Nice Handycraft, Ena Craft dan LKBN Antara News.

Berdasarkan hasil diskusi dimaksud, dan evaluasi atas draf kajian “Inovasi Platform Digital untuk Mendukung Pengembangan Potensi UMKM Klaster Tenun Tradisional”, maka revisi akhir kajian dimaksud dapat di akses oleh khalayak umum melalui link........ Penyempurnaan kajian dimaksud menjadi upaya inovasi terkini Kanwil DJPb Provinsi NTT mendukung pengembangan potensi ekonomi tenun tradisional sekaligus upaya melestarikan kekayaan warisan budaya ditengah tantangan perubahan zaman.


Kupang, 27 Oktober 2025

Tenun, Warisan Budaya yang Perlu Dijaga


Tenun tradisional dari Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai estetika tinggi dan sejarah panjang. Setiap motif yang ditenun tidak hanya mencerminkan keindahan, tetapi juga mengandung makna filosofis yang diwariskan turun-temurun. Di NTT, tenun hadir dalam berbagai motif khas seperti Buna, Sotis, dan Futus. Masing-masing motif memuat nilai budaya yang tinggi sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat. Tak heran jika tenun NTT kini mulai dilirik sebagai potensi unggulan dalam menggerakkan ekonomi desa.


 Namun, pengembangan industri tenun di daerah belum sepenuhnya optimal. Banyak pengrajin masih menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan bahan baku, minimnya akses ke alat produksi modern, serta kurangnya pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produk. Selain itu, akses pasar yang terbatas membuat produk tenun sulit bersaing di skala nasional maupun global. Beberapa tantangan besar lainnya yaitu:


1.Kualitas produk yang belum konsisten,

2.Minimnya inovasi dan akses pasar,

3. Rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi ini.

Untuk menjawab tantangan tersebut, negara hadir melalui Dana Desa—bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk industri tenun.


Artikel ini telah tayang di situs Media Keuangan | MK+ dengan judul "Membangun Desa Lewat Budaya: Dana Desa Dorong Tenun NTT Naik Kelas - Media Keuangan"

Lihat selengkapnya di sini: https: /membangun-desa-lewat-budaya dan  https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/membangun-desa-lewat-budaya-dana-desa-dorong-tenun-ntt-naik-kelas


Kupang, 17 Oktober 2025

A. Potensi Tenun Tradisional NTT

1. Sejarah Tenun Tradisional NTTM

Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengenal, dan mempraktikkan tradisi menenun sejak sekitar 3.500 tahun yang lalu dengan akar budaya yang menguat pada abad ke-3 Masehi seiring dengan berkembangnya kerajaan-kerajaan pertama di wilayah tersebut. Awalnya, tenun dibuat untuk memenuhi kebutuhan busana sehari-hari, namun seiring waktu berkembang menjadi bagian integral dari berbagai upacara adat. Tradisi menenun juga erat kaitannya dengan kehidupan perempuan. Pada masa lalu, terdapat keyakinan bahwa seorang perempuan yang belum pandai menenun tidak dapat menikah, menunjukkan betapa pentingnya keterampilan ini dalam kehidupan sosial. Terdapat keyakinan turun-temurun bahwa dalam sehelai tenun terkandung "jiwa", di mana proses pembuatannya tidak jarang disertai dengan ritual khusus dan doa kepada leluhur agar motif yang dihasilkan memiliki kekuatan dan makna yang mendalam. 

Tenunan adalah proses pembuatan bahan tekstil yang dilakukan melalui persilangan antara benang lungsin dan benang pakan pada sudut yang tepat satu sama lain (Mendikbud, 2013:88). Pada tahun 2011 tenun telah resmi dikukuhkan sebagai salah satu warisan dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) dalam bidang Kebudayaan dan Pendidikan. Namun seiring, pengaruh globalisasi dan modernisasi, menjaga warisan budaya seperti kain tenun tradisional menjadi kian penting dimana kain tenun memiliki nilai budaya, dan sejarah yang sangat dalam. Dalam konteks ini, peran inovasi teknologi informasi melalui platform digital menawarkan solusi untuk melestarikan dan mempromosikan kain tenun tradisional, memastikan bahwa warisan budaya yang berharga ini agar tidak hilang atau terlupakan.

Kain tenun tradisional seyogyanya terus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya meskipun tantangan globalisasi,

Kupang Jumat 26 September 2025

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Bapak Askolani, bersama tim melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, didampingi oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta mengenal lebih dekat potensi lokal yang menjadi kekayaan dan kebanggaan masyarakat NTT.

Dalam kunjungan tersebut, Bapak Askolani dan tim DJPK melakukan audiensi dengan Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur di Kupang. Audiensi ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendukung pelaksanaan kebijakan fiskal yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di wilayah NTT.

Usai audiensi, DJPK bersama Kanwil DJPb NTT berkesempatan mengunjungi area Car Free Day (CFD) di Kota Kupang serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Askolani dan tim melihat secara langsung berbagai hasil karya kerajinan khas Nusa Tenggara Timur, terutama tenun ikat NTT yang dikenal memiliki nilai seni dan filosofi tinggi.

Tenun NTT tidak hanya menjadi simbol identitas budaya masyarakat, tetapi juga mencerminkan keindahan, ketekunan, serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melalui kunjungan ini, DJPK dan Kanwil DJPb NTT menunjukkan apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis produk lokal yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui Dekranasda.

Kementerian Keuangan memandang pelestarian tenun sebagai bagian dari upaya menjaga kekayaan budaya bangsa yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dukungan terhadap sektor kerajinan lokal ini sejalan dengan semangat pemerintah untuk memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan produk unggulan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dalam kunjungan ke Dekranasda, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Bapak Askolani juga memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam mempromosikan tenun sebagai ikon budaya dan ekonomi daerah. Beberapa hasil tenun turut dibeli sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pengembangan produk kerajinan lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara DJPK, Kanwil DJPb NTT, dan pemerintah daerah dapat terus terjalin erat dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya Nusa Tenggara Timur agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.


Kupang selasa  23 September 2025

Kupang  Rabu 10 September 2025




kupang 18 agustus 2025

Suasana meriah memenuhi jalan utama Kota Kupang pada Rabu, 13 Agustus 2025. Ribuan warga memadati ruas jalan El Tari-Kuanino-Fontein untuk menyaksikan Pawai Kirab Budaya “NTT Bagaya 2025”. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan tema “Merayakan Warisan, Menyongsong Masa Depan.”

Ragam Peserta, Ragam Budaya

Ambrosius, Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, menjelaskan bahwa pawai ini menampilkan keragaman budaya, baik dari Nusa Tenggara Timur maupun Nusantara. Sebanyak 80 rombongan ambil bagian, terdiri dari:

  • Pelajar SMA/SMK: 15 peserta
  • Perguruan Tinggi: 4 peserta
  • Organisasi Perangkat Daerah (OPD): 38 peserta
  • Paguyuban etnis NTT: 5 peserta
  • Paguyuban etnis Nusantara & Tionghoa: 16 peserta
  • Komunitas lain: 3 peserta

Keikutsertaan berbagai kelompok ini mencerminkan keragaman sekaligus kebersamaan yang harmonis di bumi Flobamorata.

Rute Pawai dan Atraksi Budaya

Rute kirab budaya dimulai dari Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur lalu bergerak menuju Polda NTT, melewati Kuanino hingga berakhir di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang.

Di sepanjang perjalanan,  peserta tidak hanya berbaris, tapi juga menampilkan atraksi budaya di tiga titik utama: Rumah Jabatan Gubernur, Gereja Koinonia, dan depan Kantor OJK Kupang. Atraksi ini kemudian dinilai langsung oleh para juri.

Selain menampilkan atraksi budaya, parade tahun ini juga dimeriahkan oleh penampilan drumband dari sejumlah SMA di Kupang, yang menambah semangat di sepanjang rute. Tak ketinggalan, mobil hias dengan motif tenun dan ornamen khas NTT ikut memeriahkan jalannya kirab, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.

Antusiasme Warga & Perputaran Ekonomi

Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan warga yang berjejer di sepanjang rute, bersorak, hingga mengabadikan momen lewat kamera ponsel. Kemeriahan ini juga memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Ratusan pelaku UMKM merasakan manfaat, mulai dari penyewaan pakaian adat, jasa tata rias, dekorasi, transportasi, hingga kuliner khas yang ramai pembeli.

Lebih dari Sekadar Perayaan

Bagi masyarakat NTT, Pawai Kirab Budaya “NTT Bagaya 2025” bukan sekadar hiburan. Ia menjadi ruang pelestarian budaya, simbol persatuan, sekaligus bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan.

Di balik warna-warni kostum dan gerakan tarian, ada pesan kebersamaan: bahwa kemerdekaan dapat dirayakan bukan hanya lewat upacara, tetapi juga melalui warisan tradisi yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Hari itu, Kupang benar-benar berwarna—penuh semangat, persatuan, dan kebanggaan.


Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT meluncurkan website bernama Lopo Tenun yang bisa diakses oleh masyarakat luas. “Kita sudah cukup lama bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggerakan dan membudayakan nilai ekonomis dari salah satu produk budaya masyarakat NTT, yakni tenun. Website komunitas Lopo Tenun ini dapat menyuarakan semangat bersama dalam membangun budaya serta memanfaatkan nilai regional yang berpotensi ekonomi”, ujar Adi Setiawan selaku Kepala Kanwil DJPb Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Baca selengkapnya di :  https://diskominfo.nttprov.go.id/2025/08/18/sosialisasi-dan-beragam-kuis-berhadiah-ramaikan-pameran-pembangunan-hari-ke-tujuh/

KBRN, Kupang : Industri yang memiliki keunikan dan merupakan warisan budaya Bangsa adalah industri yang memiliki berbagai motif seperti tenun ikat,batik, desain produk, teknik pembuatan dan bahan baku yang berbasis pada kearifan lokal. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  diakui, Ibu Nova Penelah Teknik Disperindag  Ibu Nova mengakui, pihaknya memiliki kewenangan untuk mendaftarkan kelompok Tenun Ikat di setiap Pemerintah Kabupaten/Kota guna dilindungi hak patennya.

Baca selengkapnya di : https://rri.co.id/ntt/hukum/1334653/tenun-ikat-desain-produk-berbasis-lokal-wajib-terlindungi

https://nttpembaruan.id/pimpin-upacara-hut-ke-80-ri-gubernur-ntt-berbusana-adat-ende/KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu (17/8/2025) mengenakan busana adat dari Kabupaten Ende.

Baca selengkapnya : https://nttpembaruan.id/pimpin-upacara-hut-ke-80-ri-gubernur-ntt-berbusana-adat-ende/


Kupang — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Kemenkum NTT), Silvester Sili Laba, menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Nusa Tenggara Timur (Kakanwil DJPb NTT), Adi Setiawan beserta tim di ruang kerjanya. Kakanwil turut didampingi oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (Kadiv P3H), Hasran Sapawi, serta Pranata Humas Ahli Muda, Dian Lenggu. Pertemuan tersebut membahas secara mendalam pemanfaatan teknologi dalam pengenalan produksi tenun daerah melalui media digital, dan berlangsung pada Kamis (07/08/2025). Dalam suasana pagi yang segar dan penuh semangat kolaborasi, Adi Setiawan membuka diskusi dengan membagikan pengalamannya di sejumlah daerah yang memiliki potensi produk lokal luar biasa, namun terkendala oleh infrastruktur dan teknologi yang belum memadai. Ia menegaskan bahwa media digital bisa menjadi langkah awal yang efektif dalam mendorong pertumbuhan produk lokal sebelum masuk pada investasi yang lebih besar.  Baca selengkapnya di : // Terima Koordinasi Dan Konsultasi Hukum Terkait Penggunaan Teknologi Pengenalan Tenun, Kakanwil Hukum NTT Terpacu Meningkatkan Potensi Daerah


Yeni Accesories menjadi salah satu pelaku UMKM yang tampil dalam kegiatan launching program One Village One Product (OVOP) yang digelar meriah di halaman Kantor Gubernur NTT pada Selasa (27/5/2025) malam. Usaha ini merupakan salah satu binaan Bank NTT yang konsisten memasarkan kerajinan etnik berbahan tenun ikat khas NTT sejak tahun 2020. Yeni Oktaviana Rano Baki, pemilik Yeni Accesories, menyampaikan bahwa usahanya fokus pada produksi berbagai jenis pakaian dan aksesoris berbasis kain tenun khas NTT. Di antaranya adalah baju kain tenun, topi, selendang manik-manik, tas, jas, open jas, kimono, blazer, jaket bomber, dan dress.

Baca Selengkapnya: (link) @BANK NTT - Melayani Lebih Sungguh

Dari Rumah Sederhana Menjadi Pusat Harapan 

Seiring waktu, Rumah Tenun Ina Ndao berkembang menjadi sentra produksi, pelatihan, dan pemasaran tenun ikat NTT. Bukan hanya menerima pesanan, mereka juga memberikan pelatihan gratis bagi ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, hingga perempuan di wilayah terpencil. Bayangkan seorang ibu di desa yang semula tak punya penghasilan sendiri. Setelah ikut pelatihan, ia mulai menerima pesanan tenun dari Ina Ndao. Hasil karyanya dibayar layak, dan uangnya bisa membantu biaya sekolah anak. Cerita seperti ini bukan satu atau dua kali terjadi, sudah ribuan perempuan yang merasakannya. Data mencatat, sejak 1997 hingga kini, sekitar 4.700 orang perempuan telah mengikuti pelatihan menenun dari Ina Ndao. Sebagian menjadi perajin tetap, sebagian lainnya membentuk kelompok usaha baru di daerah masing-masing. Dampaknya terasa luas: keterampilan lokal terjaga, penghasilan rumah tangga bertambah, dan perempuan semakin percaya diri untuk berperan dalam ekonomi keluarga.


Baca selengkapnya : (link) @BI_ Dari Halaman Rumah, Tenun Ini Menyentuh Dunia

Labuan Bajo, 10 Juli 2025 — Di balik lembar-lembar kain tenun yang indah dari Nusa Tenggara Timur, tersimpan cerita perjuangan perempuan tangguh dan semangat pemberdayaan yang kini mendapat dukungan nyata dari negara. Melalui program Kampung UMi Klaster Tenun, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tak hanya menyalurkan dana, tetapi juga merajut harapan baru bagi para pelaku UMKM dan pengrajin di daerah. Program ini menjadi bagian dari upaya PIP dalam memperluas akses Pembiayaan UMKM yang hingga Semester I 2025 telah tersalurkan sebesar Rp 3,97 triliun kepada 745.653 pengusaha UMKM yang tersebar di 510 Kab/Kota se-Indonesia atau mencapai 50,72% dari target tahun 2025. Namun, lebih dari sekadar angka, PIP membuktikan bahwa pembiayaan ini menyentuh akar kehidupan masyarakat terutama para perempuan melalui pendekatan komunitas yang menyeluruh, seperti yang dilakukan di Kampung UMi Klaster Tenun di NTT.

baca selengkapnya di : (link) @PIP_ Kampung UMi Klaster Tenun: Bukti Nyata Keberpihakan PIP bagi UMKM dan Perempuan - PIP DJPB Kemenkeu RI

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat rekor MURI usai melakukan parade exotic tenun dengan memamerkan 737 motif tenun yang berasal dari 22 kabupaten/kota di NTT.

Rekor MURI yang diterima yakni jumlah jenis, atau varian motif tenun terbanyak seluruh Indonesia yang diberikan oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri diterima oleh Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto didampingi Penjabat Tim PKK Provinsi NTT, Santi Ambarwati.




Seiring perkembangan zaman, kain tenun Nusa Tenggara tidak hanya bertahan sebagai produk budaya, namun juga berevolusi menjadi simbol mode yang relevan di panggung fashion global. Terbukti, kain ini telah tampil di beberapa perhelatan busana bergengsi dunia seperti New York Fashion Week pada tahun 2017 dan Paris Fashion Week pada tahun 2018. Kemunculan kain tenun Nusa Tenggara dalam acara besar ini mencerminkan daya tarik dan keunikan kain tradisional Indonesia yang mampu bersaing dan diterima dalam skala internasional. Di dalam negeri, kain tenun Nusa Tenggara juga mendapatkan perhatian dalam perhelatan Indonesia Fashion Week 2016, yang bertema The Touch of NTT, diinisiasi oleh desainer Julie Laiskodat Yurita Puji. Acara ini berhasil menampilkan kain tenun Nusa Tenggara dengan sentuhan inovatif namun tetap mempertahankan nuansa budaya lokal. Karya-karya yang diperagakan menggabungkan desain kontemporer dengan motif tradisional, sehingga menghasilkan koleksi busana yang unik, elegan, dan penuh makna. dan berikut macaam - macam tenun adat NTT  yang paling di minati 

Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak akan pernah absen dalam percaturan tempat indah yang ada di Indonesia. Ada banyak sekali tempat wisata di NTT yang bisa dikunjungi. Hal itu karena NTT memiliki alam yang sangat indah dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Bahkan, salah satu wilayah di NTT yaitu Labuan Bajo kini sudah berkembang pesat menjadi destinasi wisata premium bagi turis asing maupun lokal. Dengan keindahan alam yang memukau, penting sekali untuk mengetahui tempat wisata di NTT yang populer. NTT adalah surganya para pecinta alam dan penggemar petualangan. Berikut ini adalah 12 tempat wisata di NTT yang wajib kamu kunjungi sebagai salah satu kepingan surga yang ada di bumi Nusantara. Simak sebagai berikut. 

Provinsi NTT memiliki banyak kebudayaan dan adat yang masih terus dipelihara hingga saat ini. Salah satunya, Kampung adat atau Desa adat yang saat ini masih dilestarikan oleh pemerintah setempat.Jika sedang berkunjung ke NTT, wisatawan dapat mengunjungi tujuh kampung adat yang menawarkan pesona keindahan alam yang alami.Bahkan wisatawan dapat mengunjungi salah satu kampung adat yang kini menjadi warisan UNESCO.


1. Pesona Kampung ADAT PU'U Ruteng 


Alternatif Wisata ke Kampung Adat Ruteng Pu'u


Salah satu daya tarik wisata di kota Ruteng, Kab. Manggarai adalah Kampung adat Ruteng atau selanjutnya disebut dengan Ruteng Pu'u. Jika belum berkesempatan untuk mengunjungi Wae Rebo karena lokasinya yang jauh, Ruteng Pu'u ini dapat menjadi destinasi alternatif. Ruteng Pu’u berlokasi di dengan lokasi di Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong yang berjarak dari pusat kota sejauh 2,6 km. Turis wisatawan yang datang bisa berasal wisatawan lokal yang berasal dari wilayah lain nusantara atau pun wisatawan mancanegara.

Jika ingin mengunjungi kampung adat tersebut, wisatawan dapat memilih alternatif jalan kaki sekaligus untuk trekking dari penginapan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.  Baca Selengkapnya.............